ERA BARU AUDIT ENERGI: INTEGRASI REVISI ISO 50002:2025 DAN SKKNI

Di tengah desakan global untuk menekan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dan mengoptimalkan efisiensi biaya operasional, implementasi audit energi di sektor industri kini resmi memasuki babak baru. Kehadiran pembaruan standar ISO 50002:2025 tidak hanya menuntut pendekatan yang lebih spesifik dan berbasis bukti (evidence-based), melainkan juga memperkuat standar kompetensi nasional yang selaras dengan SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia). Integrasi ini menuntut keahlian teknis auditor yang jauh lebih tajam dalam memetakan serta mengukur efisiensi utilitas perusahaan secara presisi.
Dalam sebuah sesi diskusi Improvement Talk yang digelar oleh Indonesia ISO Expert Associaton (IIEA) baru-baru ini, persoalan mengenai penentuan batas acuan performa energi menjadi salah satu topik paling krusial yang disorot oleh para praktisi lapangan.
Faiz, salah seorang peserta diskusi, mempertanyakan dari mana auditor bisa mengambil sumber indikator kinerja energi (EnPI) acuan yang valid, serta bagaimana menentukan batasan nilai yang dapat diterima (acceptable) atau harus ditolak karena dinilai boros. Merespons pertanyaan tersebut, praktisi manajemen energi Safri Saipulloh, menjelaskan bahwa untuk membangun sebuah acuan, perusahaan harus memetakan tiga pilar Energy Performance Indicator (EnPI) terlebih dahulu, yaitu Theoretical EnPI (desain ideal), Actual EnPI (kondisi riil lapangan), dan Reference EnPI (target pembanding).
“EnPI acuan (Reference EnPI) bisa diambil dari dua jalur. Secara eksternal melalui benchmark industri sejenis dan standar regulasi, atau secara internal dengan membentuk Energy Baseline (EnB) dari data historis perusahaan,” ujar Safri.
Terkait batas toleransi nilai efisiensi yang dapat diterima atau ditolak, Safri menegaskan bahwa angkanya tidak bisa disamaratakan karena sangat bergantung pada jenis sistem atau alat spesifik yang sedang diaudit. Ia kemudian memberikan gambaran konkret pada dua utilitas utama di industri, yaitu boiler dan chiller:
- Sistem Boiler: Sebuah boiler batu bara umumnya didesain dengan efisiensi termal 80% – 85%. Jika saat audit nilai aktualnya masih di atas 75%, kondisi tersebut biasanya masih dapat diterima (acceptable) karena faktor penuaan alat (aging). Namun, jika efisiensinya merosot hingga di bawah 65%-70%, maka nilai tersebut harus ditolak karena mengindikasikan adanya pemborosan serius, seperti pembentukan kerak atau hilangnya panas pada dinding boiler.
- Sistem Chiller: Pada utilitas pendingin Water-Cooled Centrifugal Chiller, konsumsi daya diukur dengan satuan kW/TR (Konsumsi daya per Ton Refrigerasi) sebagai EnPI. Nilai kinerja dianggap sangat baik dan diterima jika berada di kisaran 0,50 – 0,65 kW/TR. Sebaliknya, jika nilai melonjak hingga di atas 0,85 kW/TR, rapor alat dinyatakan merah atau ditolak karena kompresor dipastikan bekerja terlalu keras akibat penyumbatan (fouling) pada kondensor.
Penilaian dinamis berbasi karakteristik alat inilah yang menjadi esensi utama dari audit energi berbasis ISO 50002:2025 dan SKKNI. Selisih antara performa aktual dan acuan itulah yang nantinya dikonversi menjadi rekomendasi perbaikan (Energy Performance Improvement Actions / EPIA)
Credit : Improvement Talk #171 Indonesia ISO Expert Association (IIEA)
Memahami Perubahan Besar dalam ISO 50002:2025
Dialog teknis di atas merupakan bagian kecil dari transformasi besar yang dibawa oleh revisi terbaru ISO 50002:2025 dari versi terdahulu (2014). Pembaruan ini dirancang agar proses audit energi berjalan lebih spesifik, aplikatif, dan berorientasi pada masa depan melalui beberapa poin krusial berikut:
- Pembagian Spesifik Standard (Split Standard): Berbeda dengan versi lama yang bersifat umum, standar baru ini dipecah menjadi tiga bagian demi efektivitas di lapangan:
- ISO 50002-1 (General Requirements): Menetapkan prinsip dasar dan urutan kronologis audit energi.
- ISO 50002-2 (Energy Audits of Buildings): Panduan teknis khusus untuk portofolio bangunan gedung.
- ISO 50002-3 (Energy Audits of Industrial Processes): Panduan teknis mendalam untuk proses industri dan manufaktur.
- Harmonisasi Erat dengan ISO 50001:2018: Penyelarasan istilah teknis seperti Baseline Energi (EnB), Kinerja Energi, dan Energy Performance Improvement Actions (EPIA). Audit energi kini diintegrasikan secara presisi sebagai bagian penting dari Tinjauan Energi (Energy Review) dalam Sistem Manajemen Energi (EnMS) perusahaan.
- Pendekatan Berbasis Bukti & Risiko (Evidence & Risk-based): Menuntut data yang akurat dan representatif melalui pengukuran langsung, sekaligus memfokuskan audit pada area yang memiliki risiko serta peluang kinerja energi terbesar.
- Fokus pada Dekarbonisasi dan Net Zero: Standar terbaru ini mewajibkan masuknya opsi dekarbonisasi dan pemanfaatan energi terbarukan di dalam rekomendasi peningkatan kinerja energi.
- Penguatan Kompetensi & Harmonisasi SKKNI : Revisi ini memperkuat tuntutan SKKNI di Indonesia. Auditor energi tidak hanya wajib menguasai analisis sistem, tetapi juga harus tajam dalam menyusun energy balance serta memprioritaskan rekomendasi perbaikan yang terukur secara finansial maupun non-finansial.
Maksimalkan Efisiensi Energi Fasilitas Anda Bersama RIFAST
Menentukan EnPI acuan yang presisi serta menganalisis batas toleransi utilitas berat berdasarkan ISO 50002:2025 memerlukan kompetensi teknis mendalam yang sejalan dengan SKKNI. PT Rifas Tabar Indonesia (RIFAST) hadir sebagai mitra konsultasi tepercaya untuk membantu mengoptimalkan performa energi sekaligus menekan biaya operasional perusahaan Anda.
Dengan rekam jejak audit di lebih dari 20 lokasi lintas sektor, mulai dari gedung komersial, manufaktur, hingga industri minyak dan gas.
RIFAST menyediakan layanan energi komprehensif yang mencakup:
- Commercial & Industrial Energy Audit berbasis standar ISO 50002:2025 (Bagian 1, 2, dan 3).
- Konsultasi Sistem Manajemen Energi (EnMS) berbasis ISO 50001:2018.
- Penyusunan Program Dekarbonisasi dan Perhitungan Emisi Gas Rumah Kaca (GRK/GHG).
- Perancangan Rencana Pengukuran & Verifikasi (M&V) energi yang akurat dan traceable.
Jangan biarkan energi terbuang sia-sia menjadi kebocoran finansial bagi bisnis Anda. Ubah pengelolaan energi Anda menjadi keunggulan kompetitif yang ramah lingkungan bersama RIFAST. Hubungi tim ahli RIFAST hari ini untuk konsultasi awal dan jadwalkan penilaian sistem energi fasilitas Anda.